MANADO – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, resmi melantik tiga Pelaksana Tugas (Plt) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menjadi pejabat definitif. Upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini berlangsung khidmat di Wisma Negara pada Selasa malam (7/7/2026) dan dihadiri oleh puluhan pejabat tinggi di lingkungan Pemprov Sulut.
Ketiga Pejabat Tinggi Pratama yang resmi dilantik tersebut adalah:
- Henrik Ruben Tendean sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
- Frank Alexander Tintingon sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM).
- William Niklas Silangen sebagai Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulut.
Dalam arahannya setelah prosesi pelantikan, Gubernur Yulius Selvanus memberikan ketegasan dan mengingatkan para pejabat yang baru agar tidak mengendurkan performa kerja mereka. Beliau meminta agar status definitif ini dijadikan pecutan untuk meningkatkan kinerja dalam mengemban tugas negara, bukan tempat untuk bersantai.
“Bekerja bersungguh-sungguh kembali ya. Jangan sudah definitif santai-santai, ah sudah merdeka. Justru setelah definitif, beban tugasmu lebih besar,” tegas Gubernur di hadapan para pejabat yang dilantik beserta istri yang mendampingi.
Ditemui usai pelantikan, Sekretaris DPRD Sulut yang baru didefinitifkan, William Niklas Silangen, menyatakan rasa bangga dan syukurnya atas kepercayaan yang diberikan. Terlebih, dirinya telah melewati proses penjaringan yang ketat serta telah mengemban tugas sebagai Plt Sekwan selama lebih dari dua tahun sejak Mei 2024.
“Mekanismenya ada tiga nama yang diajukan oleh Pak Gubernur, dan sesuai hasil rapat pimpinan DPRD, saya yang direkomendasikan. Saya sudah menjadi Plt selama 2 tahun 2 bulan, dan kebetulan hari ini sudah mendapat kepercayaan dari Pak Gubernur sebagai sekretaris definitif,” ujar William.
Dengan dilantiknya ketiga pejabat struktural ini, jajaran Pemprov Sulawesi Utara diharapkan mampu meningkatkan kualitas birokrasi dan memaksimalkan pelayanan langsung yang berdampak positif bagi masyarakat luas.

